Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Ter-se-rah

Beberapa rasa ada untuk siap diungkap. membentangkan sayapnya lalu siap diterbangkan. Ada begitu banyak penjelasan penting menjadi tidak penting Terserah ! Aku sudah merangkumnya menjadi paragraf yang lebih sederhana. Aku menyukainya. Terserah ! Bagaimana caranya membalasku. Suka atau tidak suka, Berbalas ataupun bertepuk sebelah, Terserah ! Lagi pula aku yang akan patah. Lagi pula mata siapa yang akan berair ? Hati siapa yang akan ketar-ketir? Wajah siapa yang harus pandai bersandiwara? Menutup cemburu yang hampir saja bersuara. Lihat ! aku berjalan di pematang-pematang takdir Berharap do'aku didengar lantas Tuhan mengizinkanya hadir, Lihat ! aku menulis ribuan sajak tak beraturan untuknya, Mengapa harus beraturan? Aku tidak berhak mengatur dan tidak mau diatur soal rasa Biar ! Biarkan semua mengalir seperti sungai yang berkuasa Meliuk melewati bebatuan untuk sampai ke muara. Lihat ! Lihat aku baik-baik. Apa aku terlihat begitu menyedihkan ? Siapa peduli,...