Mey Menulis Kisah
Bedugul, Bali Selamat menikmati rinai hujan Tepat di Januari dua kosong satu tujuh. Kenalkan, aku Mey. Datang dari arah yang tak pernah disebutkan di daftar arah mata angin yang pernah Kau pelajari di sekolah.Tidak juga diturunkan dari langit melalui proses evaporasi dan kondensasi yang acapkali Kau sebut itu hujan namanya.Tuhan tidak menempatkanku pada sebuah medan magnet dengan kekuatan menarik logam sangat besar. Tuhan juga tidak menciptakanku seindah pelangi, tapi Ia memberiku kasih setulus yang tak pernah bisa aku bayangkan. Aku ini, Mey. Tuhan telah menakdirkanku berjalan beriringan dengan April dan Jun. Bulan-bulan yang mengorbital, mengisi setiap tahun dengan kisah yang berbeda. Aku tidak punya kisah romantis untuk dua sejoli yang tengah dirundung asmara. Tidak juga cerita tragis yang menyayat hati si pengundi nasib tahunan yang senang bergurau menenteng segepok kartu di saku celananya. Aku Mey, yang selalu bergandengan tangan dengan April dan Jun. Ya, Kau...