Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Sepanjang Musim

Hai Kemarau, Musim rindu akan tumbuh pesat dipundaknya Menyergap sekujur tubuhnya hingga kaku dan membisu Anak sungai yang meliuk Daun-daun jatuh Dan semilir angin yang meniup lembut rambutnya ... Lalu, kuletakan harap di tatap matanya yang teduh Biar saja, Penghujan berlalu tanpa ku beritahu Biar saja Penghujan menunggu tanpa secuil ragu Karena kamu, biar jadi kamu adanya Kosong Kering Dan berharga Sementara di lain waktu Puisiku akan bermakna Seperti rinduku padamu Bebas ku baca, berulang kali Bebas ku rasa, berkali-kali Yaa, untukmu Seseorang yang ada di sepanjang musim.