Siapa Kita ?
Kita, bukan siapa-siapa. Hingga akhirnya siapa pun yang mau jadi siapa-siapa harus menentukan langkah. Harus mau jatuh bangun dan sedikit lebam di kepalanya. Kita orang biasa yang terlalu sering mengalah. Dengan alasan tidak pantas atau lutut gemetar tiap kali dihadapkan pada mata-mata lawan, kita merasa jadi orang awam satu-satunya. Tidak dikenal. Tidak populer. Tidak punya bakat apa-apa. Tidak ada pengalman. Belum cukup pengetahuan. Bukan begitu. Barangkali memang benar, kita hanya takut untuk berani memulai. Dan terlalu mendewa-dewakan alasan klasik untuk mundur dari arena pertandingan. Kita menganggap tugas adalah sebuah kesialan, jatuh adalah sebuah kemalangan. Lalu dengan mudahnya kita pandang orang lain lebih "beruntung" lebih "keren" lebih "jago" alias "top-markotop" daripada kita. Parahnya lagi, kita menutup diri untuk sebuah bakat yang dianugrahkan oleh Tuhan. Berpura-pura cacat dan enggan melangkah ke depan. Seb...